Desa Mendono

Profil Singkat Desa Mendono

Kelurahan Mendono adalah Kelurahan yang berdiri sejak tahun 1998 dan merupakan salah satu dari dua kelurahan dan dua belas desa yang ada di Kecamatan Kintom Kabupaten Banggai pada saat itu. Kelurahan Mendono yang terletak di pesisir pantai berhadapan dengan Selat Peling, yang berbatasan antara lain: 

  • Sebelah Utara berbatasan dengan hutan
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sayambongin
  • Sebelah Selatan berbatasan Laut Selat Peling dan
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Mondonun    
Gambaran Umum Desa
  • Data demografis:
    • Jumlah penduduk : 730 Jiwa (berdasarkan web kelurahan)

Awalnya secara historis Kelurahan Mendono yang mempunyai sejarah yang panjang dalam dinamika kehidupan dan bertempat tinggal di beberapa titik. Yang jelas Kelurahan Mendono dihuni oleh kelompok (komunitas) kecil yakni Kaluyan, Totonga, Lobu, Panangi, Kuayang, Tombungangak, dan Bolokan. Semua kelompok tersebut sudah membaur satu sama lainnya. Jauh sebelum masa penjajaha Belanda, Mendono berdiri sebagai pusat penyebaran agama islam yang dilakukan oleh Waliyullah. Konon katanya dalam literatur Belanda disebutkan kata “Madona” yang artinya tanah harum yang jauh dari Belanda. Pada saat penjajahan Jepang secara, kata “Madona” perlahan berubah menjadi “Mendono” hingga terbentuknya NKRI sampai sekarang. Waktu berjalan begitu cepat seiring bergulirnya pemerintahan di negeri ini, kelurahan Mendono kini didiami oleh 95% etnis Saluan, selebihnya adalah suku lain yakni Suku Jawa, Suku Bugis, dan lain sebagainya. Semua suku yang ada tersebut kini juga telah membaur karena perkawinan, dengan bahasa keseharian adalah bahasa Saluan.

Pertanian

Pertanian menjadi sektor penting yang menopang perekonomian warga dengan komoditas lokal yang terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar.

Kelapa — dikenal sebagai tanaman adat karena sejak dahulu memiliki nilai ekonomi stabil dan menjadi penopang utama pendapatan masyarakat.

Peternakan

Sektor peternakan berkembang sebagai sumber penghasilan tambahan masyarakat dengan sistem pemeliharaan yang semakin baik dan terkelola.

Bebek menjadi komoditas unggulan karena didukung peternakan yang cukup maju, dengan kandang yang bersih, tertata, dan dikelola secara lebih profesional melalui dukungan CSR PT LNG.

Potensi Wisata Desa

Situs Jere Keramat
(Wisata religi)

Salah satu destinasi wisata religi di Kelurahan Mendono adalah Situs Jere Keramat, yang merupakan makam penyiar agama Islam Abdullah bin Abdul Kadir Djaelani Alkusaini. Tokoh ini dikenal sebagai penyebar agama Islam di wilayah Mendono pada abad ke-15, tepatnya sekitar tahun 1450.

Situs Jere Keramat terletak di atas bukit Kelurahan Mendono. Pada masa lalu, kawasan ini juga berfungsi sebagai bagian dari benteng pertahanan masyarakat Mendono dalam menghadapi serangan pasukan Tobelo. Hingga saat ini, situs tersebut masih dihormati oleh masyarakat setempat dan menjadi tujuan ziarah sekaligus bagian dari warisan sejarah dan budaya Kelurahan Mendono.

Sungai Mendono

Selain berfungsi sebagai sumber air dan penunjang aktivitas masyarakat, Sungai Mendono memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata alam berbasis ekowisata. Aktivitas seperti bersantai di tepi sungai, menikmati pemandangan alam, hingga menyusuri aliran sungai menjadi daya tarik tersendiri. Sungai ini juga menjadi jalur alami menuju destinasi wisata lain di wilayah Mendono, khususnya Air Terjun Moalang.

Lokasi/Akses: Sungai Mendono dapat diakses dari pusat Kelurahan Mendono dengan perjalanan darat, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui jalur alami yang menyusuri kawasan hutan dan aliran sungai.

Air Terjun Moalang

Air Terjun Moalang merupakan destinasi wisata alam yang terletak di kawasan hutan Kelurahan Mendono. Perjalanan menuju Air Terjun Moalang tergolong menantang karena jalur yang dilalui melewati sungai, hutan, serta medan berbukit dan berbatu. Dalam perjalanan, pengunjung akan melewati beberapa titik persinggahan alami serta air terjun lain seperti Air Terjun Bilaladik sebelum mencapai lokasi utama.

Lokasi/Akses:

Air Terjun Moalang berada di wilayah hutan Kelurahan Mendono dan dapat dicapai melalui jalur tracking dari pemukiman warga dengan menyusuri Sungai Mendono dan kawasan hutan. Disarankan menggunakan pendamping lokal.

Dokumentasi Kegiatan di Desa Mendono